Tampilkan postingan dengan label Jalak Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalak Bali. Tampilkan semua postingan

Pentingnya Melakukan Konservasi Satwa

Juli 20, 2017 2 Comments
Burung Jalak | Sumber : https://www.satujam.com/wp-content/uploads/2016/03/Burung-Jalak-Bali.jpg
Beberapa dekade ini banyak hewan langka menjadi punah dan hewan biasa menjadi langka contohnya adalah Burung Jalak Bali. Untuk menjaga agar hewan tersebut tidak punah bisa dengan cara melakukan konservasi pada hewan tersebut. Ada dua tipe konservasi menurut yang saya baca.

1. INSITU

INSITU adalah proses pelestarian flora maupun fauna yang dilakukan di habitat aslinya. Seperti hutan lindung, taman tradisional, perlindungan komodo di pulau Komodo, perlindungan OrangUtan di Kalimantan dan sebagainya.

2. EXSITU

EXSITU adalah proses pelestarian flora maupun fauna yang dikeluarkan dari habitat aslinya dan dipelihara di tempat lain seperti, kebun anggrek, kebun botani, kebun raya maupun kebun binatang


Menurut saya, dengan dilakukannya konservasi pada hewan langka akan mempersedikit dan memperlambat kemungkinan hewan tersebut untuk punah. Selain itu hewan tersebut juga bisa berkembang biar di tempat konservasi sehingga memperbanyak keturunan.

Usaha Penyelamatan "Burung Jalak" Bali

Juli 20, 2017 4 Comments
Upaya Penyelamatan "Burung Jalak" di Bali

Burung Leucopsar rothschildi atau yang lebih dikenal dengan Jalak Bali atau dalam masyarakat Pulau Bali dikenal dengan “burung curik”  adalah jenis burung jalak dari suku Sturnidae, atau burung pengicau. Jalak Bali dinobatkan menjadi lambang fauna Provinsi Bali pada tahun 1991. Karena statusnya yang hampir punah. jalak bali menjadi icon konservasi burung di Indonesia bahkan dunia.
Burung Jalak Bermain | Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidAqnz8rucOvr9dDcR4KJVgD1K6uMXuXoQnXRDG3dAkmIGJX9_XTYYh8eUG9WxiHx2q_uFtsbgfxtA4zTBKMQTpCPJC4vbSGsbNde9CRD9jeFmI4DsTAf70amROHhFIYj4kI5tHPkd6VM/s1600/detik_Jalak_Bali7.jpg


Persebaran dan Populasi

Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali, selain itu Jalak Bali juga merupakan satu-satunya spesies endemik Pulau Bali. Beberapa sumber menyabutkan bahwa burung Jalak Bali sudah tidak lagi dijumpai dihabitat alaminya atau telah mengalami kepunahan di alam (Extinct in The Wild). Pada tahun 2012 populasi Jalak Bali dialam liar diperkirakan mencapai 60 ekor berasal dari program konservasi.

Masalah dan Ancaman

Karena penampilannya yang cantik, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Nilai kelangkaannya juga menjadi incaran para kolektor burung. Di Pasaran harga burung Jalak Bali berkisar antara 25-75 juta rupiah. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan burung Jalak Bali cepat menyusut dan menurunkan jumlah populasi liarnya di alam sampai batas kritis terendah dalam waktu singkat. Pada tahun 1997 Taman Nasional Bali Barat yang menjadi rumah terakhir Jalak Bali memiliki luas wilayah 77.000 hektar dan pada tahun 2011 menjadi kurang dari 5000 hektar.

Anak Burung Jalak | Sumber : https://i0.wp.com/www.jalaksuren.net/wp-content/uploads/2017/04/senin8.jpg?fit=1024%2C768&ssl=1


Status dan Upaya Konservasi

Jalak Bali dalam Red Data Book  IUCN tahun 2012 dikategorikan sebagai satwa yang paling terancam  punah  (Critically Endangered). Selain itu Jalak Bali dalam CITES  (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dimasukkan dalam Apendix 1. Di Indonesia, Jalak Bali dilindungi dalam UU No.5 th. 1990 tentang  Konservasi  Sumberdaya  Alam Hayati, dan Ekosistemnya dalam PP No.7 th.1999 tentang Pengawetan Jenis  Tumbuhan  Dan  Satwa. Jalak Bali ditetapkan sebagai satwa langka yang tidak  boleh diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam).

Banyak upaya konservasi yang telah dilakukan untuk menyelamatkan jalak bali, salah satu usaha konservasi ex-situ terhadap Jalak Bali telah  dilakukan  oleh  Friends  of  the  National  Parks Foundation (FNPF), program pelepasliaran Jalak Bali di  Nusa Penida. Pada  tahun 2006  telah dilepasliarkan Jalak Bali sebanyak 25 ekor di desa Ped, 10 individu di Hutan Tembeling, dan 15 individu di Desa Batumadeg. Selain itu banyak kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran Jalak Bali seperti Zoological Park and Aquaria (AAZPA, USA),  Jersey Wildlife Persevation Trust (JWPT, Inggris), dan Organisasi konservasi burung dunia Birdlife International.


Akhir Kata

Upaya konservasi Jalak Bali telah banyak dilakukan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tetapi upaya konservasi dihabitat alaminya (hutan bagian barat Pulau Bali) belum menunjukkan hasil yang baik. Harus ada upaya konservasi selain meningkatkan populasi Burung Jalak Bali di alam yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat serta keamanan terhadap burung Jalak Bali sebagai warisan dunia yang harus bersama kita jaga...😃

Sumber : http://gomumu.blogspot.co.id